Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

Pertumbuhan Tinggi Badan Anak – Sejak masa tumbuh kembang, pertumbuhan tinggi badan anak sudah bisa dirangsang lewat aktivitas fisik. Jadi bila anak Ibu dibiasakan berolahraga sejak dini, itu sangat bagus. Jangan terlalu cemas bila Ibu rasa pertumbuhan tinggi anak agak lambat – sejauh masih sesuai dengan prediksi tumbuh kembang sesuai umur – mengingat usianya yang masih muda.

Pasalnya, pertumbuhan cepat pada anak terjadi pada masa pubertas. Saat itu, hormon pertumbuhan paling banyak diproduksi dan bekerja sangat aktif. Anak pun umumnya akan mengalami peningkatan tinggi badan.
Tentu saja, semua itu harus didukung oleh asupan gizi peninggi badan yang baik dan kegiatan fisik. Jadi, jika saat itu anak Ibu masih tetap beraktivitas dengan aktif, maka peningkatan tinggi badannya akan semakin optimal.
Merangsang Tulang
 
Tinggi badan ditunjang oleh tulang-tulang panjang utamanya pada tulang belakang dan tulang tungkai bawah. Pada saat terjadi tumbukan arena adanya aktivitas fisik akan merangsang tulang-tulang panjang untuk bertumbuh.
Selain tumbukan perlu juga adanya tarikan dan regangan pada otot dan tulang-tulang di sekitar anggota gerak (tungkai bawah dan tungkai atas). Itulah sebabnya gerakan-gerakan dalam olahraga sangat baik untuk membantu meningkatkan tinggi badan, misalnya olahraga renang, jogging, lari atau basket.
Selain itu, asupan gizi seimbang juga diperlukan dalam masa pertumbuhan. Juga kalsium untuk pertumbuhan tulang yang tentu akan berpengaruh pada tinggi badan anak kelak.
Genetik, Gizi, dan Aktivitas Fisik
Satu hal lagi, peningkatan tinggi badan juga dipengaruhi oleh faktor intrinsik, yakni tinggi badan orangtuanya. Jika faktor ekstrinsik lewat aktivitas fisik dan asupan optimal telah dipenuhi, tinggi badan anak tidak akan bertambah terlalu jauh berbeda daripada tinggi badan orangtuanya.
Selain itu, jangan kesampingkan faktor growth hormone dari si anak yang juga sangat berpengaruh. Ini yang akan merangsang seorang anak dapat tinggi atau tidak.
Jika Tinggi Tidak Sesuai Umur
 
Bila didapati bahwa seorang anak tidak sesuai dengan prediksi tumbuh kembangnya sesuai umur, harus dilakukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kecurigaan apakah ada gangguan atau tidak.
Bila perlu harus dilakukan pemeriksaan kadar hormon, pemeriksaan bone age, dan sebagainya. Dari situ barulah bisa diprediksikan apakah seorang anak akan tumbuh dan tinggi sesuai harapan atau tidak.

Save

Comments are closed.